Desa Doudo

Kec. Panceng
Kab. Gresik - Jawa Timur

Artikel

Sejarah Desa Doudo

Administrator

26 Agustus 2016

443 Kali dibuka

Desa Doudo (dalam bahasa setempat dilafalkan "Ndhudha") merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Panceng. Desa ini berbatasan dengan Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah di sebelah utara, Desa GedanganKecamatan Sidayu di sebelah tenggara, dan Desa Wotan Kecamatan Panceng di sebelah barat. Desa ini dihuni oleh sekitar 500 kepala keluarga, dengan sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai petani dan pekerja di luar negeri. 

Nama Doudo menurut legenda masyarakat setempat diambil dari nama pendiri desa, yakni Pak Dhudha. Makam dari Pak Dhudha sendiri menurut kepercayaan dikubur di Kuburan Sentana, yang dahulu merupakan kuburan yang dikeramatkan dan diupacarai dengan sedekah bumi tiap tahunnya. Saat ini, kuburan tersebut telah dibongkar karena dianggap menimbulkan unsur syirik bagi masyarakat, dan dialihfungsikan sebagai kantor kepala desa, setelah sebelumnya digunakan sebagai sekolah dasar. Namun dalam versi lain, ada yang menyebut Desa Doudo ini berasal dari bahasa Kawi, "doh" yang berarti jauh, dan "uda" yang berarti air, mengingat keadaan alam Desa Doudo sendiri yang sulit didapati air tanah.

Desa Doudo memiliki beberapa kebudayaan yang bisa dianggap sebagai kebudayaan unik, di antaranya:

  • Unsur penggunaan bahasa yang memiliki logat dan kosakata khas, yang diadaptasi dari berbagai bahasa. Umumnya kosakata tersebut diambil dari bahasa Jawabaku, dengan perbedaan pelafalan pada kata berakhiran -ih (yang dilafalkan -eh), -uh (yang dilafalkan -oh), serta beberapa kata berakhiran -i+konsonan (yang dilafalkan -iy+konsonan). Kosakata yang lain disinyalir diadaptasi dari berbagai bahasa, misalnya "pulampu" yang disinyalir diambil dari bahasa Sanskerta atau bahasa Tamil, "cembalin" yang diambil dari bahasa Melayu "penjalin", dan "kermit" yang diambil dari bahasa Inggris, "permit" (surat izin). Terdapat pula beberapa kosakata yang masih belum diketahui akar bahasanya, dan dimungkinkan merupakan bahasa asli, misalnya "brokohan" (makan pagi di sawah), dan "mbalon" (pesawat terbang).
  • Makanan khasnya yakni "rujak bumbu mentah", di mana posisi gula jawa sebagai bumbu rujak pada umumnya diganti dengan terasi dan petis. Selain itu, bumbu-bumbu yang ada tidak digoreng atau disangrai sebagaimana bumbu rujak pada umumnya. Campuran dari bumbu rujak ini bisa dipadukan dengan buah-buahan (jambu air, jambu batu, jambu monyet, mengkudu, pisang batu, bengkuang, nanas, dsb.) maupun dengan "blunyoh", sejenis timun laut mentah.
  • Tradisi "kondangan", yakni kunjung-mengunjung antar-warga pada saat malam hari raya (kecuali pada hari raya Ketupat dilakukan di pagi hari), dengan menyuguhkan tumpeng atau berkat kepada yang berkunjung.
  • Tradisi takbir keliling dengan membawa oncor(obor) dari pelepah pepaya atau bambu mengelilingi desa tiap malam hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, namun sekarang tradisi ini sudah bisa dianggap punah.

Komentar yang terbit pada artikel "Sejarah Desa Doudo"

Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

Komentar Facebook

Aparatur Desa

Kepala Desa

SUTOMO, S.Pt.

Sekretaris Desa

ADI SETYO UTOMO

KAUR KEUANGAN

SUMARLIYAH

KASI PEMERINTAHAN

MUTHOHAR

KASI KESEJAHTERAAN

MUHAMMAD SUEB JUNAIDI

KAUR PERENCANAAN

ESYTU ABDUR RAHMAN MARZUKI

KASI PELAYANAN

ZAINUL MUTTAQIN

KAUR UMUM/TU ADMINISTRASI

ZAHRIAN FARADIZA ADDINI

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Desa Doudo

Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur

Lokasi Kantor Desa

Latitude:-6.955640358080661
Longitude:112.49842286077184

Desa Doudo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik - Jawa Timur

Buka Peta

Wilayah Desa